Kakao telah dikenal oleh petani di Kabupaten Ende. Pola usahatani yang dilakukan adalah ditanam bersama dengan tanaman lain. Teknologi yang digunakan masih sederhana, tanpa pemupukan, pengendalian hama/penyakit dan pemeliharaan lain yang diperlukan; sehingga produksi tanaman kakao belum tinggi. Kegiatan Gelar Teknologi ini mau memperbaiki manajemen produksi tanaman kakao petani sehingga dapat meningkat. Kegiatan tersebut meliputi: i) pemangkasan, ii) pemupukan, iii) pengendalian hama/penyakit, dan iv) merangsang pembentukan bunga/buah.
PEMANGKASAN
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Dilakukan pangkasan bentuk dengan rumus 3n; yakni dengan memelihara 3 cabang pertama dan masing-masing 3 cabang kedua. Selanjutnya cabang-cabang yang rusak, tumbuh ke arah dalam dan cabang air lainnya dihilangkan.
Tanaman yang telah menghasilkan (TM)
Dilakukan pangkasan produksi yaitu pangkasan pemendekatn tajuk dan pangkasan pemeliharaan. Pangkasan pemendekan tajuk adalah dengan memotong tajuk yang tinggi sehingga ketinggian tajuk maksimal 4 meter.
Pangkasan pemeliharaan berfungsi untuk membuat aerasi lingkungan mikro dalam tajuk kakao cukup baik untuk mendukung pembungaan serta mengurangi kelembaban serta kegelapan sehingga tidak cocok untuk perkembangan hama dan penyakit.
Pangkasan pemeliharaan dilakukan dengan cara memangkas tunas-tunas air, cabang-cabang yang mengarah ke dalam tajuk, cabang-cabang rusak, dan cabang-cabang yang tertutup tajuk.
Bahan dan Alat:
• Antel buah
• Gergaji pangkas
• Gunting pangkas
• Tangga
Cara kerja:
• Pada areal yang terpilih semua tanaman kakao diharapkan memiliki tajuk tertinggi 4 meter. Tajuk tanaman yang lebih tinggi dari 4 m dipangkas.
• Pada TM lakukan pangkasan pemeliharaan dengan memotong semua tunas air, cabang-cabang yang mengarah ke dalam tajuk, cabang-cabang rusak dan cabang-cabang yang tertutup tajuk
• Pada TBM lakukan pangkasan bentuk
PEMUPUKAN
Pemupukan N (Urea) dan P (SP36) dilakukan pada semua tanaman kakao pada areal terpilih.
Bahan dan Alat:
• Pupuk Urea dan SP 36
• Cangkul dan sekop
• Ember
• Timbangan kue
Cara Kerja:
Pemupukan dilakukan dengan cara mengintari tanaman kakao sejauh tajuk terluar tanaman dengan cara membuat lubang/larikan sedalam 15-20 cm. Urea dan SP36 diberikan terpisah.
Dosis pupuk Urea dan SP36 tergantung umur tanaman :
• 0 – 1 tahun: 25 gr/phn/thn
• 1 – 2 tahun: 45 gr/phn/thn
• 2 – 3 tahun: 90 gr/phn/thn
• 3 – 4 tahun: 180 gr/phn/thn
• >4 tahun : 280 gr/phn/thn
Aplikasi pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu awal dan akhir Musim Hujan dengan masing-masing ½ dosis di atas.
PENGENDALIAN OPT
Pengendalian Biologi:
Pengendalian biologi dilakukan dengan cara menggunakan semut hitam (Doloecodorus thoracicus), membuat perangkap lalat buah dan penyelubungan buah (kondomisasi).
Pengendalian Kimiawi:
Pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida carbonat bila diperlukan.
Bahan dan alat:
• BPMC/carbonat (Baycarp)
• Sprayer pompa tembak
• Selang dan ember
• Botol bekas air mineral (1,5 l)
• Plastik pembungkus
• Masker
Cara Kerja:
• Pengendalian biologi dengan cara membuat sarang semut dari daun-daun kering dan ditempatkan di batang-batang pohon kakao.
• Membuat perangkap lalat buah dengan botol.
• Penyelubungan buah (Kondomisasi) buah.
• Pengendalian secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida BPMC sebanyak 2 kali.
• Dosis untuk Baycarp 2 ml/liter air. Volume semprot 0,5 liter larutan/pohon. Interval penyemprotan pertama dan kedua selama 1 minggu ( 7 hari).
• Tandai pohon yang disemprot
PERANGSANG BUNGA/BUAH
Perlakuan perangsang bunga/buah dilakukan dengan cara menyemprot seluruh daun dan batang tanaman
Alat dan Bahan:
• Vigrow
• Air
• Ember
Cara Kerja:
• Dilakukan pada tanaman kakao yang siap berbuah.
• Siapkan sprayer dan perangsang bunga/buah
• Dosis pemberian disesuaikan dengan label pada botol kemasan
• Semprotkan pada daun
• Perhatikan arah angin pada saat penyemprotan dan kebesihan tangan dan pakaian setelah penyemprotan.


