Paket Teknologi yang diterapkan

April 3, 2008

    Kakao telah dikenal oleh petani di Kabupaten Ende. Pola usahatani yang dilakukan adalah ditanam bersama dengan tanaman lain. Teknologi yang digunakan masih sederhana, tanpa pemupukan, pengendalian hama/penyakit dan pemeliharaan lain yang diperlukan; sehingga produksi tanaman kakao belum tinggi. Kegiatan Gelar Teknologi ini mau memperbaiki manajemen produksi tanaman kakao petani sehingga dapat meningkat. Kegiatan tersebut meliputi: i) pemangkasan, ii) pemupukan, iii) pengendalian hama/penyakit, dan iv) merangsang pembentukan bunga/buah.

PEMANGKASAN
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Dilakukan pangkasan bentuk dengan rumus 3n; yakni dengan memelihara 3 cabang pertama dan masing-masing 3 cabang kedua. Selanjutnya cabang-cabang yang rusak, tumbuh ke arah dalam dan cabang air lainnya dihilangkan.

Tanaman yang telah menghasilkan (TM)
Dilakukan pangkasan produksi yaitu pangkasan pemendekatn tajuk dan pangkasan pemeliharaan. Pangkasan pemendekan tajuk adalah dengan memotong tajuk yang tinggi sehingga ketinggian tajuk maksimal 4 meter.
Pangkasan pemeliharaan berfungsi untuk membuat aerasi lingkungan mikro dalam tajuk kakao cukup baik untuk mendukung pembungaan serta mengurangi kelembaban serta kegelapan sehingga tidak cocok untuk perkembangan hama dan penyakit.
Pangkasan pemeliharaan dilakukan dengan cara memangkas tunas-tunas air, cabang-cabang yang mengarah ke dalam tajuk, cabang-cabang rusak, dan cabang-cabang yang tertutup tajuk.

Bahan dan Alat:
• Antel buah
• Gergaji pangkas
• Gunting pangkas
• Tangga

Cara kerja:
• Pada areal yang terpilih semua tanaman kakao diharapkan memiliki tajuk tertinggi 4 meter. Tajuk tanaman yang lebih tinggi dari 4 m dipangkas.
• Pada TM lakukan pangkasan pemeliharaan dengan memotong semua tunas air, cabang-cabang yang mengarah ke dalam tajuk, cabang-cabang rusak dan cabang-cabang yang tertutup tajuk
• Pada TBM lakukan pangkasan bentuk

PEMUPUKAN
Pemupukan N (Urea) dan P (SP36) dilakukan pada semua tanaman kakao pada areal terpilih.

Bahan dan Alat:
• Pupuk Urea dan SP 36
• Cangkul dan sekop
• Ember
• Timbangan kue

Cara Kerja:
Pemupukan dilakukan dengan cara mengintari tanaman kakao sejauh tajuk terluar tanaman dengan cara membuat lubang/larikan sedalam 15-20 cm. Urea dan SP36 diberikan terpisah.
Dosis pupuk Urea dan SP36 tergantung umur tanaman :
• 0 – 1 tahun: 25 gr/phn/thn
• 1 – 2 tahun: 45 gr/phn/thn
• 2 – 3 tahun: 90 gr/phn/thn
• 3 – 4 tahun: 180 gr/phn/thn
• >4 tahun : 280 gr/phn/thn
Aplikasi pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu awal dan akhir Musim Hujan dengan masing-masing ½ dosis di atas.

PENGENDALIAN OPT
Pengendalian Biologi:
Pengendalian biologi dilakukan dengan cara menggunakan semut hitam (Doloecodorus thoracicus), membuat perangkap lalat buah dan penyelubungan buah (kondomisasi).

Pengendalian Kimiawi:
Pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida carbonat bila diperlukan.

Bahan dan alat:
• BPMC/carbonat (Baycarp)
Sprayer pompa tembak
• Selang dan ember
• Botol bekas air mineral (1,5 l)
• Plastik pembungkus
• Masker

Cara Kerja:
• Pengendalian biologi dengan cara membuat sarang semut dari daun-daun kering dan ditempatkan di batang-batang pohon kakao.
• Membuat perangkap lalat buah dengan botol.
• Penyelubungan buah (Kondomisasi) buah.
• Pengendalian secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida BPMC sebanyak 2 kali.
• Dosis untuk Baycarp 2 ml/liter air. Volume semprot 0,5 liter larutan/pohon. Interval penyemprotan pertama dan kedua selama 1 minggu ( 7 hari).
• Tandai pohon yang disemprot

PERANGSANG BUNGA/BUAH
Perlakuan perangsang bunga/buah dilakukan dengan cara menyemprot seluruh daun dan batang tanaman
Alat dan Bahan:
• Vigrow
• Air
• Ember

Cara Kerja:
• Dilakukan pada tanaman kakao yang siap berbuah.
Siapkan sprayer dan perangsang bunga/buah
• Dosis pemberian disesuaikan dengan label pada botol kemasan
• Semprotkan pada daun
• Perhatikan arah angin pada saat penyemprotan dan kebesihan tangan dan pakaian setelah penyemprotan.

Bahan tanaman kakao

Maret 30, 2008

BAHAN TANAMAN KAKAO

Penyedia : Pusat Penelitian Kopi dan Kakao

No.
Macam Bahan Tanaman
Harga (Rp)
1.
Benih

  1. Hibrida F1 hasil persilangan terbuka
  2. Hibrida F2 hasil persilangan buatan
  3. Untuk batang bawah asal klon DR1,DR2. DR 38
200 per biji
300 per biji
250 per biji
2.
Buah :

  1. Hibrida F1 hasil persilangan terbuka
  2. Hibrida F2 hasil persilangan buatan
  3. Untuk batang bawah asal klon DR1,DR2. DR 38
4.000 per buah
6.000 per buah
5.000 per buah
3.
Entres Plagiotrop :

  1. Kakao Mulia
  2. Kakao Lindak
500 per ruas
500 per ruas
4.
Bibit sambungan paska aklimatisasi dalam polybag kecil
2.000 per batang
5.
Bibit :

  1. Kakao lindak asal biji
  2. Kakao lindak mulia asal okulasi/sambungan
1.500 per batang
3.500 per batang

biodata

Maret 27, 2008

Nama    : Tonny Ardhianto

Nim      : K4107079

Jurusan : D-4 kakao

                            Namaq Tonny aq kulnya di Politeknik Jember angkatan 07 .Asalku dari Surabaya di Rungkut permai XII/ A-17.aq anak pertama dan punya satu adik anaknya cewek.aq sekarang tinggal di jembernya dijalan Karimata di sebuah rumah tAPUI rumahnya tanteq.

                        

DESKRIPSI KLON KAKAO UNGGUL

Maret 23, 2008

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kakao Indonesia adalah masih belum digunakanya bahan tanam unggul yang sesuai kondisi lingkungan setempat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas kakao adalah dengan perbaikan bahan tanam. Untuk menyusun komposisi klon kakao yang sesuai untuk setiap kondisi lingkungan, disini dijelaskan tentang sifat-sifat klon kakao unggul, yang dapat dibudidayakan atau dikembangkan di suatu daerah, seperti klon dibawah ini:

  • Klon ICS 13

    Berat biji kering 1.03 g/bijiBentuk buah bulat memanjang
    Pangkal buah tumpul tanpa leher botol
    Kulit buah agak kasar
    Alur buah tegas
    Ujung buah meruncing
    Warna buah muda merah kecoklatan
    Warna buah masak merah jingga

tentang kakao

Maret 19, 2008

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi pengembangan yang cukup tinggi
karena selain mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan memberikan sumbangan yang cukup
berarti terhadap devisa negara juga bisa menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi dibandingkan komoditas
perkebunan lainnya seperti karet, kelapa dan kelapa sawit. Pengkajian yang dilakukan di Kabupaten Pacitan tahun
2003 ini dimaksudkan untuk mengetahui status dan peranan usahatani kakao dalam struktur pendapatan petani dan
dalam subsektor perkebunan secara umum di Jawa Timur. Selain analisis finansial dan sosial ekonomi lainnya,
analisis LQ juga dilakukan terhadap nilai rata-rata produksi komoditas perkebunan unggulan di Pacitan tahun 2001
dan 2002. Hasil pengkajian memperlihatkan bahwa usahatani kakao dilakukan secara terpadu dengan komoditas
perkebunan lainnya seperti kelapa, cengkeh dan kopi serta beberapa jenis tanaman hortikultura. Analisis finansial
memperlihatkan bahwa usahatani komoditas perkebunan umumnya layak untuk dikembangkan terutama bila
dilakukan secara terpadu. Pendapatan petani kakao yang berasal dari kegiatan usahatani ternyata lebih tinggi
dibandingkan yang berasal dari usaha di luar pertanian, sedangkan analisis LQ memperlihatkan bahwa komoditas
kelapa mempunyai arti yang penting bagi perekonomian daerah sehingga pengembangan kakao harus diintegrasikan
dengan pengembangan kelapa. Hasil survai sosial ekonomi memperlihatkan bahwa komoditas kakao dan komoditas
perkebunan lainnya merupakan sumber pendapatan penting bagi petani sehingga perlu dikembangkan melalui
perbaikan teknologi dan rekayasa sosial misalnya melalui pemberdayaan kelembagaan yang ada.

Hello world!

Maret 13, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.